Karena Terlena Nyawa Terenggut

Beberapa malam lalu (yang sebenarnya mungkin sudah sekitar sebulan lalu, haha) saya tengah melintasi jalan di malam hari menuju ke rumah bersama teman selepas membeli hamburger. Teman yang membonceng di belakang saya ini menceritakan kisah tragis yang ia dengar dari tetangganya (saya lupa dari tetangganya atau bukan, anggap saja benar). Tentang seorang bocah yang tewas tertabrak mobil di pom bensin. Usia anak ini sekitar 3-4 tahun (kalau tidak salah ingat). Kira-kira begini percakapan waktu itu.

[Untuk kenyamanan membaca, percakapan yang waktu itu campuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa saya jadikan Bahasa Indonesia saja.]

Teman : eh, pas kapan itu ada anak tewas ditabrak mobil di pom bensin. Aku dengar dari tetanggaku.

Saya     : hah, kok bisa? Masa pengendara mobilnya nggak liat sih ada anak di depannya? Lagian itu di pom bensin berarti kecepatannya pelan kan? Gimana kronologisnya?

Teman   : Jadi kan anak itu sama orang tuanya naik motor. Trus mampir ngisi bensin ke pom. Ayahnya sibuk ngurus isi bensin. Nah, itu ibunya ya ampun malah sibuk mainan smartphone. Lagi medsos-an mungkin ya. Dia nggak merhatiin anaknya lagi ngapain dan dimana. Dikiranya yang penting masih di sekitarnya.

Saya       : Lah trus kok mobilnya bisa nggak keliatan pas nabrak?

Teman : Anaknya tu nggak tau lagi mainan apa, pokoknya posisinya jongkok. Pengendara mobilnya nggak ngeliat katanya.

Saya       : Kayak gimana tu reaksi ibunya?

Teman   : Ah ya kayak gitu deh, tau kan. Ya pastinya nyesel bangetlah.

Well, kejadian ini baru satu dari sekian banyak kejadian yang sudah terjadi karena kelalaian yang disebabkan kurang bijaknya dalam menggunakan teknologi. Saya sendiri dulu sempat keranjingan (alhamdulillah sekarang sudah lebih bijak). Ketika seharusnya banyak hal yang lebih penting dan bermanfaat untuk dilakukan, saya hanya sibuk bermain-main dengan smartphone. Padahal yang dilakukan ya hanya itu-itu saja (mengakses medsos, main game, searching informasi nggak jelas). What a waste of time. Padahal bila saya tidak mengedepankan nafsu dan lebih memikirkan untuk memaksimalkan potensi smartphone maka banyak sekali keuntungan yang saya dapat. Misalnya saya bisa mendapat uang dengan berjualan, memperoleh ilmu, dan lain sebagainya. Saya juga melewatkan banyak waktu luang yang bisa saya gunakan untuk melakukan hobi-hobi maupun hal-hal bermanfaat yang saya inginkan.

Masalah ini sebetulnya sudah lama adanya. Dan dalam berbagai media massa juga sudah banyak yang membahas pentingnya menggunakan smartphone (teknologi) secara bijak dan dampaknya bila tidak. Namun nyatanya masih banyak dan semakin bertambah orang-orang yang tidak menyadari hal itu. Menurut pengamatan saya dahulu hal ini hanya terjadi pada orang-orang berusia remaja hingga remaja dewasa sebagai sebagian besar pengguna smartphone. Kini bahkan hal tersebut juga terjadi pada anak-anak dan orang tua. Semakin populernya penggunaan smartphone sebagian besar (atau mungkin saja semua) dilatar belakangi oleh kebutuhan akan akses media sosial dan instant messaging.

Tentunya bukan berarti kita harus menghentikan penggunaan smartphone secara total. Hanya saja yang penting untuk diingat adalah jangan sampai akal sehat kita tertelan hingga melupakan tanggung jawab utama. Seperti kejadian yang diceritakan teman saya di atas. Bila dipikir logis bukankah sudah sebuah kewajiban bagi orang tua untuk mengawasi anaknya, memastikan tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya. Alih-alih mengawasi anaknya, sang orang tua di atas justru sibuk mengurusi smartphone-nya. Padahal sudah jelas dia sedang berada di tempat yang ramai dan banyak kendaraan lalu lalang. Dimana kemungkinan terjadi sesuatu pada anaknya cukup tinggi. Keselamatan orang tercinta yang tampak di depan mata atau mengurusi orang lain yang tak tampak di hadapan mata, mana yang anda pilih?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s