Fungsi Yang Terlupakan

backup_of_bulat-2.png

sumber: Google Images

Dari gambar di atas jelas kalau saya nggak akan membahas fungsi matematika karena saya payah dalam hal itu. Yap, tempat sampah. Sejauh mata memandang, tempat sampah di Indonesia ini udah bertebaran kayak jamur. Maka dari itu, sedih rasanya melihat jumlah tempat sampah masih kalah sama jumlah sampah yang bertebaran. Why? Padahal dari kecil kita sudah diajarkan bagaimana cara membuang sampah yang benar.

Setiap kali saya pergi ke suatu tempat saya selalu menemukan sampah di jalan. Mirisnya terkadang sampah itu bertebaran mengelilingi tempat sampah. Padahal tempat sampah itu belum penuh dan masih bisa memuat banyak. Mungkin ada yang akan berkata, “tempat sampahnya kotor. Nanti tangan saya kena”. Ya, saya sendiri juga banyak menjumpai tempat sampah yang kotor di bagian luar, khususnya di bagian tutup yang bergoyang itu. Dan tak jarang tangan kita tidak sengaja akan bersentuhan dengan tutupnya. Lalu, apakah itu lantas membenarkan perilaku buang sampah sembarangan? Tidak. Kita bisa memegang atau menyimpannya sementara di dalam tas dan membuangnya saat menemukan tempat sampah bersih atau di rumah. Atau bisa juga dari rumah sudah membawa wadah sendiri khusus untuk tempat sampah. Bisa berupa kresek (tas plastik) maupun tas kertas. Mungkin ada yang akan berkata, “ah, merepotkan”. Kalau begitu jangan memproduksi sampah bila tidak mau menerima resiko. Sebagian besar sampah berasal dari makanan. Kalau begitu jangan makan. Ding dong, masalah selesai.

Selanjutnya, ketika kita sudah rajin membuang sampah, kita tidak memasukkan sampah tersebut secara tepat. Sampah anorganik dimasukkan ke tempat sampah organik begitu pula sebaliknya. Mungkin ada yang akan berkata, “nggak ada tulisannya”. Oke. Saya juga beberapa kali menemui tempat sampah yang tidak tertulis mana yang organik dan anorganik. Mungkin hilang. Kalau begitu kembali ke cara di atas. Kita bisa membawa sampah itu dulu hingga menemukan tempat sampah yang memiliki tulisan yang jelas. Kecuali kita menemukan tempat sampah campuran, silahkan dibuang saja disitu. Kalau dipikir-pikir memang agak membingungkan. Kenapa masih disediakan tempat sampah campur ketika sudah ada tempat sampah yang dipisah?

 Ada satu hal yang terkadang membuat saya ingin tertawa miris. Ketika kita sudah memisahkan sampah organik dan anorganik, tukang sampah akan mencampurnya saat mengambil tong-tong sampah itu dan membuangnya ke truk sampah. Entahlah, bisa saja tidak semua tukang sampah seperti itu. Tapi setidaknya seperti itulah yang pernah saya temui. Semua usaha pemisahan sampah itu menjadi terasa sia-sia.

Sepertinya tulisan ini jadi agak melenceng. Tapi yang pasti saya hanya ingin mengingatkan untuk mari kita buang sampah pada tempatnya. Kalau sampah berceceran toh kita sendiri yang rugi karena bisa berpengaruh pada kesehatan kita dan juga keindahan lingkungan. Jangan lupa untuk mengingatkan juga teman, saudara, atau kenalan kita yang masih membuang sembarangan. Sebelum ini saya membaca blog seseorang yang bercerita bahwa orang Indonesia ketika main ke Singapura akan membuang sampah pada tempatnya. Tapi saat kembali ke Indonesia ia lagi-lagi membuang sampah sembarangan. Peraturan di Singapura memang sangat ketat. Bila ketahuan membuang sembarangan kita akan langsung dikenai denda. Guys, jangan kita melakukan sesuatu yang benar hanya karena ada peraturannya. Lakukan karena kita sadar bahwa itu perlu dan demi kebaikan diri sendiri. Dan juga jangan kita selalu ikut-ikutan. Ketika orang lain rajin membuang sampah, kita tiru. Ketika orang lain membuang sampah tidak pada tempatnya, kita tiru pula. Ikutilah pepatah lama ini, “don’t be a follower. Be a trendsetter”.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s